Jan 5, 2017

Ngupil Yuk...

Kebersihan sebagian dari iman. Ungkapan ini masih saya pegang teguh sampai detik ini, makanya saya sering banget membersihkan kotoran hidung atau lebih dikenal banyak orang dengan sebutan ngupil. Kata orang-orang membersihkan hidung di tempat umum itu masuk dalam kategori jorok dan sangat menjijikkan. 

Tetapi mereka nggak pernah tahu sensasi dan kenikmatan yang didapatkan. Dibandingkan ngupil saat mandi, ngupil di tempat umum lebih menantang. Karena harus berkosentrasi penuh. Sebelum jari-jemari kita yang lentik bekerja, mata juga wajib ikut mengawasi situasi dan kondisi sekitar.

Bagi upilers (sebutan orang-orang yang hobi ngupil di tempat umum) semua tantangan itu nggak akan ada artinya sama sekali. Yang ada malah rasa panasaran. Semakin situasinya ramai, adrenalin yang timbul juga semakin kuat. Apalagi ditambah letak upil yang sulit dijangkau jari.

Para upilers selalu bermimpi suatu saat nanti akan ada ketersediaan ruangan kusus ngupil untuk kaumnya, bukan hanya menyediakan ruangan kusus untuk para perokok saja. Atau kalau memungkinkan akan ada tempat sampah kusus untuk membuang upil. Jadi nanti kita semua akan menemukan ruangan kusus untuk ngupil di tempat-tempat umum, atau kita nanti akan melihat ada tiga tempat sampah. Tempat sampah kusus organik, non organik dan yang terakhir upil.

Kalaupun ada sebagian orang menganggap ide ini sedikit aneh dan gila, atau malah langsung nggak setuju dengan ide tersebut. Pasti semua orang akan setuju kalau saya bilang upil itu rasanya gurih dan rendah gula.

Kegiatan yang paling menyenangkan saat kita nungguin pacar dandan, nemenin istri belanja, kencan bersama gebetan adalah sambil ngupil. Setuju?

Ngupil Yuk...

Walaupun saya sekarang ini sudah insaf dari kegiatan ngupil di tempat umum setelah mendapatkan tausiah dari istri (bahasa sudah saya haluskan karena sebenarnya saya diomelin). Dia kalau udah ngeluarin tausiah waktu terasa berjalan begitu lama, daripada telinga saya ngeluarin upil mending saya iyain aja.

Pernah saat saya nonton tivi (tentu sambil ngupil) saya diomelin abis-abisan. Saya bukan diomelin gara-gara ngupil pakai remot tivi, tapi karena upilnya saya tempelin di tembok kamar. Gara-gara itulah saya sekarang udah insaf, tapi juga masih sering nyuri kesempatan untuk mencobanya lagi.

Cuma terkadang saya ngerasa geli saat melihat orang yang mempunyai kuku panjang, saya suka membayangkan aja gimana cara mereka ngupil dengan kuku panjang? Terus sisa upil yang nempel di kuku kira-kira apakah akan dijilat?

Atau gimana cara mereka cebok? *ngecek kuku

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI